Saturday, January 3, 2015

Tentang Buku Pegangan

Ada beberapa buku yang bisa dijadikan sebagai referensi, atau sebagai acuan. Entah itu untuk sekedar dilihat dan dibaca saja, atau malah lebih jauh lagi dipakai sebagai panduan pada waktu ngoprek.
Sebagian referensi ini sudah dapat ditemukan dalam bentuk softcopy. Biasanya berbentuk file PDF.

Sebelumnya, tulisan ini bukan untuk me-resensi, me-ringkas, atau semacamnya. Merasa nggak ada kompetensi untuk itu.
Jadi semata hanya untuk keperluan pendokumentasian saja. Ingin menunjukkan bahwa buku-buku ini sebenarnya ada, dan pernah ada.


Okeh.
Dimulai dari buku panduan untuk pemilik, keluaran pabrik. Judulnya; "Buku Pedoman Pemilik"

Kalo lihat di ePER, buku panduan juga masuk di dalamnya.




Untuk type MK2, atau type-nya Marzo, sampul depan & belakangnya kayak begini nih…



Beberapa halaman di dalamnya…






Kalo type MK1, seperti ini sampul depannya. [Gambarnya nyaplok dari arsip milis, milik Deffy].



Di lihat dari isinya, sebagaimana judulnya, buku ini memang diperuntukkan sebagai panduan secara umum dan praktis saja. Seputar bagaimana peng-operasian & perawatan mobil.
Buat seorang newbie kayak saya, buku ini cukup berarti.
Sebagai panduan ngoprek? Kayaknya nggak bakal “kena”….

Saya kira, buku ini juga punya nilai.
Waktu proses mengangkat Marzo dulu, pak Bambang sempat memperlihatkan buku ini.
Eko PH yang menemani saya waktu itu sempat berkomentar, bahwa belum tentu pemilik MK2 (dan MK1) di Indo mempunyai buku ini.

Oleh karena itu, walaupun tidak dilengkapi buku-buku lainnya, seperti buku servis, saya masih merasa cukup beruntung. [Gambar diambil dari situs modifikasi dot com]


Satu hal terpenting; membaca buku ini mudah untuk dimengerti.
Bukan karena faktor materi atau isinya, melainkan karena… ber-Bahasa Indonesia….… hehe…..   J

Satu waktu, saya iseng nge-googling, dan dapat beberapa contoh gambar sampul depan buku sejenis di beberapa negara. Isi buku mestinya sih sama ya. Cuma beda di bahasa pengantarnya saja.




Dari hasil googling juga, ada satu buku sejenis yang agak berbeda tampilan luarnya. [Gambar hasil googling kebanyakan diambil dari situs ebay]



Gambar sampul depannya, jauh lebih menarik. Keren!
Nggak cuma garis-garis, atau tulisan berwarna hijau saja.

Kira-kira isinya sama nggak ya?


////

Monday, December 15, 2014

Tentang Lis Spakbor



Seminggu yang lalu, saya nge-mahar-in lis spakbor belakang yang dijual kang Ano-nya IF.



Barang datang pada hari Jum’at.
Sabtu lalu saya coba pasang.



Eh, ternyata….  spakbor sebelah kiri belum tersedia lubang untuk sekrupnya.



Padahal yang sebelah kanan ada.


Aneh juga… kok bisa nggak sama ….

Apakah waktu Marzo di-restorasi di Cawang dulu, panel bokong kiri sempat diganti? 
Saya kira begitu.

Jadi, mesti pake acara nge-bor dulu nih…. Heeeaaaaaaa………
Kapan-kapan aja deh…  J


////

Saturday, December 13, 2014

Seputar Suhu Kabin

Satu waktu di awal September, saat Jakarta sedang panas-panasnya.

Didorong rasa penasaran mengenai berapa suhu atau temperatur di dalam kabin, maka saya iseng meletakkan pajangan lemari yang terdapat pengukur suhu atau “termometer”-nya ke dalam mobil.
Waktu itu, kami pergi ber-silaturahmi ke rumah bang Sofyan dan kak Winda di daerah Jati Asih. Acara arisan keluarga, sekaligus sukuran atas selesainya renovasi rumah mereka.

Sementara saya dan keluarga “parkir” untuk makan siang di dalam rumah, Marzo parkir untuk “makan angin” di tempat terbuka.

Sekali sempat saya periksa. Pengen tahu.
Masya Allah. .. suhunya 46 derajat celcius…
Padahal kaca sudah dibuka dan ber-celah sedikit.
Pantes saja, kalo jalan siang, AC kayak gak nampol sama sekali.

Pajangan tersebut pun tetap nginap di dalam mobil. Nggak saya kembalikan lagi ke lemari.

Sampai sekitar 2 minggu kemudian, saat mau jalan pagi (tapi kesiangan), saya mendapati alat pengukur suhu pada pajangan tersebut sudah ERROR!



Sepertinya suhu kabin sempat nembus di atas 50 derajat, dan itu membuat si air raksa “bingung” cari jalan keluar.


Sayang betul…
Sudah coba saya pancing, dengan cara didekatkan ke mesin mobil yang panas dan hidup, dengan harapan si garis merah-nya menyatu.
Memang sih sempat menyatu, tapi setelah dingin, kembali lagi ke keadaan error ini.

Inilah akibat menempatkan sesuatu atau barang tidak pada tempat semestinya, dan tidak sesuai peruntukkannya.
Termometer buat pajangan dan -mungkin- hanya untuk mengukur suhu ruangan, kok malah ditaruh di mobil….makanya jebol … hehe..


////

Sunday, November 30, 2014

Tentang Door Trim

Sudah cukup lama saya gregetan dengan door trim, atau panel pintu sisi dalam, sebelah kiri belakang-nya Marzo. Alasannya, masalah estetika. Nggak enak dilihat mata.
Pengen saya lepas untuk sekedar diperiksa, tapi kok ya malas terus ya…



Kesempatan itu muncul juga ketika saya harus memeriksa kondisi central lock pertengahan tahun ini. Mau nggak mau mesti ngebuka panel.

Haduuuh… keadaannya sudah kayak begini nih… mengenaskan…



Sudah lapuk termakan air di sepertiga bagian bawah, atau seluruh area yang di-plastik-i warna hitam.

Sempat terlintas di pikiran untuk mengganti bagian dalam atau bagian pengisinya saja dengan bahan yang keras atau kira-kira sepadan. Tapi setelah melihat bahan pembungkusnya ter-laminating di sepanjang sisinya, saya jadi mikir-mikir lagi. Kayaknya bakal susah nih ngebalikin seperti keadaan asalnya, terutama dari segi kerapihan.

Jadi memang harus ganti.
Tapi, doortrim baru masih ada yang jual gak ya? Tanda tanya….
Saya gak yakin kalo masih ada yang jual baru.
Karena berasumsi begitu, satu-satunya solusi adalah hunting barang seken.
Harapan sempat ada, ketika abis lebaran lalu, si ‘ucing garong’-nya kang Ucup resmi dinyatakan pemiliknya akan dipretelin, pasca peristiwa tabrakan akhir tahun lalu.
Saya japri untuk menanyakan, tapi terlambat. Ucing Garong ternyata sudah berpindah tangan.

Waktu pun berlalu…. sampai di suatu ketika, di pertengahan Oktober.
Iseng-iseng saya tanya ke Fajar, fiat-er asal Tangsel. Barangkali dia punya info seputar barang yang saya cari ini.
Eh, nggak beberapa lama, ada kabar gembira dari Fajar.


Wow…..  sikaaaaat……..
Terima kasih banyak, Fajar.   J

Gak mau nunggu lama, langsung besoknya saya datangi walau agak ragu. Hari Sabtu, RM biasanya tutup. Karena pernah baca pengumuman kalo RM sekarang buka Sabtu, maka saya meluncur ke sana juga. Ternyata…. memang tutup… hehe….
Tapi ada gunanya juga. Karena saya belum pernah ke sana sebelumnya, maka setidaknya sekarang jadi tahu posisi RM ada di mana.

Senin, saya telpon mas Eko untuk booking barang-nya.
Saya rencanakan, hari Jum’at akan saya ambil.

Abis Jum’atan, saya pun meluncur lagi ke RM di bilangan Sawah Besar.
Sempat mikir sebelum jalan, kali ini mau naik apa ke sana. Membayangkan lebar & panjangnya door trim, kayaknya bakal repot kalo dibawa pakai motor. Mau aman memang mesti naik mobil, tapi mikir macetnya sudah bikin malas duluan.
Jadi, naik motor saja. Urusan cara bawanya bagaimana, lihat nanti saja.

Sesampai di RM, dan ketemu dengan mas Eko, langsung saya bayar cash doortrim belakangnyaSaya ambil sekalian dua panel, kanan dan kiri, walau yang parah sebenarnya adalah yang sebelah kiri.
[Akhirnya, bisa ketemu juga dengan yang namanya 'mas Eko' ini. Selama ini, cuma tahu suaranya saja… hehe…]

Mas Eko pun punya solusi cara membawa doortrim tersebut. Tali pengikat sekalian di-setting seperti tali ransel.



Yaa… Alhamdulillah… dapat juga barang yang saya cari.

Mau dipasang kapan?
Nanti-nanti sajalah. Kalo ada waktu yang pas.  J


////

Seputar Bensin (2)

Harga BBM, alias Bahan Bakar Marzo,  turun !

Alhamdulillah….


Mumpung harga lagi turun, Marzo pun mencicipi Pertamax dengan harga baru tersebut seminggu yang lalu, saat ada kesempatan keluar. Padahal bensin masih ada sekitar tiga per-empat tangki.

Harga bensin oktan 92 memang naik turun. Ber-‘fluktuasi’ istilah kerennya. Konon ngikutin harga minyak dunia.  [Hmm… si ‘minyak dunia’ ini kalo bikin akun, follower-nya banyak kali ya…]

Harga Pertamax yang terakhir ini cukup bikin heboh juga. Jadi pemberitaan di berbagai media pada akhir minggu lalu. 
Salah satu faktornya, mungkin karena turun mendaratnya di angka 9. Sesuatu yang jarang terjadi. Selama ini harga bensin oktan 92 memang muter-muter di kisaran angka sepuluh ribu atau sebelas ribu-an.
Kalo lihat catatan di sekuel pertama, terakhir saya beli dengan harga 9-ribuan adalah awal tahun ini. Persisnya 9170 rupiah per-liter.

Cuman, menurut saya, harga sebesar Rp.9950 itu agak-agak “menipu “ ya…
Modusnya mirip-mirip harga barang yang di-labeli nilai sebesar Rp.9999.
Terkesan harganya 9 ribuan, padahal harganya 10 ribu kurang dikit.  Hehe….

Tapi gapapa-lah.
Penurunan harga sekecil apapun tetap harus disukuri.
Semoga saja, harga bensin oktan 92 turun terus, bahkan kalo perlu sampai di bawah harga bensin Premium….  :)


////