Sunday, June 29, 2014

Ganti Aki

Ini salah satu contoh akibat menunda suatu urusan.

Waktu terakhir kali di-charge karena sempat tekor sekitar akhir tahun 2013, si tukang charger aki sudah wanti-wanti supaya aki diganti. Wajar saja, karena saat itu, umur aki sudah 2 tahun lewat. Masih untung, masih bisa di-charge.

So? Tunggu apalagi?
Gara-gara ada keinginan untuk menggenapkan umurnya menjadi 3 tahun di bulan Juli besok, maka urusan mengganti aki saya tunda. Ego pribadi. Biar saya bisa bilang ke yang lain kalo aki saya bisa awet sampai 3 tahun... hehe...
Selain itu, alasan klasik, dananya juga masih kepake buat yang lain… hehe…

Qodarullah, Sabtu kemarin, Marzo emoh dihidupkan saat mau diajak pergi dari parkiran sebuah pusat ritel di MT Haryono Cawang.
Awalnya, agak sedikit panik, karena kepikiran akan waktu yang sudah menunjukkan jam 3 lewat. Toko-toko aki tutup jam berapa ya?
Mau nge-jumper, tapi sama siapa? Waduh...
Lalu, setelah mengantar keluarga dengan taksi sampai ke rumah, dan sholat ashar, mulailah saya berburu aki, dengan motor.
Saya yakin seyakin-yakinnya, kalo di Otista banyak toko aki. Tapi saya memilih mendahului pencarian di sekitaran rumah lebih dahulu.
Oleh bengkel charger aki, saya ditunjuki sebuah toko aki di jalan Warung Buncit 8. Nggak sukses.
Aki-nya sih banyak, tapi merek ‘Incoe’ yang saya cari nggak ada. Lagi kosong.
"Fanatik merek ya?"
Nggak juga sih. Cuman karena kejadiannya terlalu mendadak, saya jadi nggak punya gambaran soal aki mana yang cocok buat Marzo. Ambil pikiran praktis, cari saja merek dan tipe aki yang sama dengan yang sebelumnya.
Lalu saya ke bengkel dekat rumah. Nggak sukses juga.
Oleh kepala bengkel, saya ditunjuki ke sebuah toko aki di dekat flyover Pancoran.
Sudah sampai, dan masuk ke toko. Eh, petugasnya nggak ada. Ini jualannya niat apa nggak sih ya? Ditungguin 3 menit-an, akhirnya saya tinggal pergi.
Jam di HP sudah menujukkan pukul 16:39. Agak was-was, karena hari makin sore dan cuaca agak mendung.
Motor segera dilajukan ke Otista…mendarat di sebuah toko aki, dan si 'Incoe' langsung didapat.

Harganya cukup ngagetin, karena terakhir saya tahu harganya di sekitar 600 ribuan.
Setelah di-diskon, jadi 825 ribu. [Malamnya, saya google, memang harganya di sekitar angka itu]. 
Aki lama kalo mau diberikan ke toko masih bisa dihargai 100 ribu. Lumayan-lah. [Tapi karena saat itu hari sudah sore dan toko juga sudah mau tutup, aki lama baru saya bawa menyusul keesokan harinya (yaitu hari Ahad).]

Segera balik ke parkiran mobil. Aki diganti. Mesinpun hidup. Alhamdulillah.
Segera Marzo dibawa pulang.


"Motornya ditinggal?"
Setelah maghrib-an, saya kembali lagi untuk mengambil motor dengan diantar adik saya, Akbari.





[Maaf, foto saya saat mengganti aki di parkiran nggak ada. Lagi stress kok foto-foto... hehe...  :)  ]


////

Wednesday, June 25, 2014

Masalah Master Kopling Atas (3)

Spare parts yang ditunggu-tunggu sudah datang. Kemarin pagi.
Alhamdulillah...



Hasil belanja di ebay, dari UK.


////

Tuesday, May 27, 2014

Masalah Master Kopling Atas (2)

Sabtu lalu, saya rencanakan untuk melongok kondisi di bawah stir.
Tujuannya, tidak lain dan tidak bukan adalah ingin "berkenalan" dengan si master kopling atas ini.
Sekalian juga, untuk menilai susahnya pekerjaan. Siapa tahu, nanti saya kerjakan sendiri.

Sebelumnya, yaitu malamnya, saya sempatkan lihat-lihat keterangan di Haynes soal per-kopling-an.
Baru sebatas lihat, belum membaca betul-betul. It's English, you know.... haha....


Umumnya, bahasa sono-nya untuk master kopling atas dan bawah adalah "clutch master cylinder", dan "clutch slave cylinder". Di Haynes, istilahnya agak berbeda untuk yang bawah, yaitu "clutch operating cylinder".

Skemanya...


Bentuknya... [gambar, diambil dari ebay]



Untuk faktor kesulitan, Haynes ngasih rating 3 dari skala 5 untuk penggantian master kopling atas.
Sedangkan, untuk master kopling bawah, rating 4 dari 5.


"Kenapa jadi nyinggung master kopling bawah juga?". Ooo... ini nanti ada cerita tersendiri. Kalo sempat, lain waktu akan saya ceritakan.


Okeh, balik ke topik.
Maka, setelah kursi ditarik mundur dan direbahkan, terlihat jelas penampakannya.
Oh ya, tutup bawah stir, sejak dibongkar awal tahun lalu, memang belum saya pasang lagi. Malah jadi kebetulan.... 


Kemudian, saya cari posisi, dan.... hup...


Mulai paham dah, mengapa pak Harinoeg pernah cerita di milis kalo beliau sampai jungkir balik buat ngelepas si master.

Hasil pengamatan sekilas, karet kayaknya nggak apa-apa, tapi tetesan memang asalnya dari situ.



Okeh! Cukup dulu jumpalitannya.... 

Sekarang saatnya berpikir, apa yang akan dilakukan berikutnya.


////



Wednesday, May 21, 2014

Masalah Master Kopling Atas

"Mobilnya kenapa?"

Kemarin pagi, sebelum berangkat kerja, Ibu bertanya seperti itu ke saya.

Sabtu lalu, saya mendapati genangan minyak rem/kopling di karpet kabin pengemudi.
Nggak kayak biasanya. Bukan sekedar basah lagi, tapi sudah jadi genangan.
Curiga, lalu saya cek tempat minyak kopling.
Wow... minyaknya surut lebih banyak dibanding sebelum-sebelumnya. Mau kosong malahan.


Masalah pada master kopling atas ini sebenarnya sudah muncul sejak akhir Maret lalu.
Dari cuman tetesan se-emprit di area bawah stir.
Lalu tetesan makin sering, sampai mesti naruh lembaran koran di bawah pedal.


Kemudian, karena sempat mengalami kaki selip saat nginjek pedal yang licin akibat minyak, maka saya tambahin lagi kain-kain bekas buat ngelap kaki saat kaki nganggur. [Terbayang, nggak? Begini... Jadi saat kaki kiri saya nggak nginjek pedal kopling, yang diinjek adalah kain itu... hehe...].

Sejak masalah muncul, tempat minyak kopling pun mesti di-inspeksi setiap mau jalan.
Dan, 99% pasti nambahin.

Solusinya bagaimana?
Ya, harus dibongkar. Semoga saja cuma karetnya saja yang robek, atau aus.
Cuman masalahnya, saat dibongkar, alangkah baiknya spare parts pengganti juga sudah siap.
Saya sudah tanya ke IF & RM, ternyata stok lagi kosong.

Kebetulan, di waktu yang sama, sempat ada member milis bertanya kasus yang sama.
Ada yang nyahut, kalo master kopling itu bisa diganti pakai punya-nya Elf, tapi mesti ada penyesuaian dudukan. Weleh...
Saat ini, saya mending nunggu sampai stok ada saja. Sebisa mungkin "Ricambi Originali".  :)

Jadi begitulah ceritanya.
Marzo di-grondit-kan, entah sampai kapan.
Mungkin, kalo buat jarak-jarak dekat saja, saya masih berani pakai.


UPDATE:
Status grondit dicabut pada 2 minggu setelahnya.  :)


////

Sunday, April 27, 2014

20 tahun !

Bulan April 2014 ini, Marzo genap berumur 20 tahun.

Tanggal faktur, tertulis 19 April 1994. Sedangkan tanggal yang tertulis di surat kendaraan, adalah tanggal 27 April.

Bagi saya, tidak-lah terlalu penting tanggal mana yang dipakai untuk dijadikan sebagai semacam ‘tanda batas’. Toh, saya bukan tipe orang yang suka me-raya-kan tanggal-tanggal tertentu, terutama tanggal lahir. -Maaf-.


////