Wednesday, April 26, 2017

Ganti Aki (2)

Supaya nggak terulang "panic buying" seperti kejadian 3 tahun lalu, maka pada awal bulan ini saya bulatkan tekad untuk mengganti aki dengan yang baru.


Masih merek dan tipe yang sama dengan sebelumnya. Incoe 555-59.
Toko tempat belinya pun juga sama. (Saya nggak mau direpotkan lagi untuk urusan cari kesana kemari. Hehe....)

Toh, harganyanya juga masih "masuk".
Kata si penjual, harga mulai awal April ini, satu juta sekian. Kena diskon, 875 ribu. Karena saya kasih aki lama, maka menjadi 775 ribu.

Sebenarnya, tanda-tanda melemahnya aki sudah terdeteksi sejak Oktober tahun lalu.
Sudah mikir, kalo bakalan bolak-balik ke tukang cas aki, segera saja saya beli charger aki. Beli yang lokal-an.


Walau sampai saat ini saya masih agak-agak under estimate dengan benda ini, tapi lumayan-lah untuk keadaan darurat.
Terbukti, beberapa kali alat ini cukup menolong untuk ngasih "nafas buatan".

////

Friday, March 31, 2017

Masalah Master Rem

Awal tahun ini, saya mendapati berkurangnya volume cairan rem di wadahnya, serta adanya genangan di seputar area bawah posisi master rem.



Menurut pak ABS, kalau genangan atau basah di bagian bawah buster tempat menempelnya master, berarti itu bocor seal dari bagian belakang rumah master.
Setelah saya periksa, sepertinya memang pada bagian ini sumber kebocoran.


Walaupun seal master sudah saya beli dari Mas Ano sejak akhir Januari lalu, masalah ini tetap belum tertangani sampai sekarang. Biasalah…. Sibuk…. Hehe….

Maka, jadilah ada rutinitas ekstra setiap mau pergi keluar, yaitu mencek cairan rem dan menambahnya bila jumlahnya di bawah ambang batas.
[Lama-lama bisa bikin tekor juga ya kalo setiap 2 minggu mesti beli cairan rem…]

////

Tuesday, February 28, 2017

Seputar Hujan

Salah satu hal yang saya suka pada saat hujan turun adalah melihat Marzo statis dalam terpaan air.
Apalagi kalo disertai angin. Wussss…….



Terkadang, ban belakang menjadi tempat perlindungan Mimi.


////

Friday, January 27, 2017

Seputar Angka Kilometer (2)

Awal tahun ini, saya sempatkan merekam angka kilometer.



229702.

Bila dibandingkan dengan angka setahun sebelumnya, didapat selisih sebesar:
229702 – 228518 =  1184 km.

Ini setara dengan 98.7 km per bulan, atau 22.8 km per minggu.

Bisa dipersempit lagi menjadi 11.5 km sekali jalan,  bila dianggap hanya keluar sekali dalam seminggu, pulang pergi.
Setara dengan jarak dari rumah ke gerbang UI depok.

Capaian ini kurang setengahnya dari rekor tahun sebelumnya.

Bisa dimaklumi.
Sepanjang tahun 2016, Marzo memang jarang keluar halaman.


////

Saturday, December 3, 2016

Tentang Kabel Negatif Aki

Kondisi fisik kepala terminal benda yang satu ini memang mengkhawatirkan. Sejak awal punya memang sudah begini keadaannya.



Dulu banget, sempat terpikir untuk mengganti sekalian dengan kabelnya, dengan barang yang ada di pasaran.
Saya urungkan setelah melihat ke-orisinil-an kabel yang terpasang ini. Saya jatuh hati dengan bagaimana kabel ter-cor langsung menyatu dengan kepala terminal.
Sayangnya, yang orisinil kayak gini sepertinya sudah kena stempel “rare item”.

Slow hunting saja.
Hingga akhirnya, saya beralih ke suku cadang sesama Fiat untuk tipe yang lain. 
Berdasarkan gambar penampakan di lapak penjual, ini lebih kurang sama dengan yang Marzo punya.
Panjang kabel, setelah di-kira-kira pakai skala, sepertinya memang lebih pendek, tapi masih bisa di-tolerir.


Alhamdulillah.
Selalu ada rasa senang ketika mendapatkan sesuatu yang orisinil. Taste-nya beda.
[Benda "3 benua" ini bisa ada karena bantuan seorang teman baik. Terima kasih, Na.]




ID-nya bukan seperti yang dicari, 7627754, melainkan 7572698.






Tetapi...
Kabelnya benar-benar kependekan!
Tekor 10 sentimeter-an.


***

Ternyata....
Setelah dicocokkan dan di-pas-kan dengan kabel lama yang masih terpasang, panjang kabel yang baru ini sama dengan yang lama tersebut.
Ini cukup melegakan.



Bisa timbul kesan awal lebih pendek 10cm, dikarenakan posisi “kupingan”-nya tidak sama dengan kabel lama, yaitu bergeser lebih kurang 10 cm.
Ini masalah baru. 

////